islami

Minggu, 16 Desember 2012

Iman, Islam, dan Pergerakan Mahasiswa

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat menjadi lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Ar-Ruum : 54)
Bicara masalah pergerakan, otomatis yang berada di bayangan kita adalah pemuda. Dimana semangat pemuda itu diibaratkan oleh Rhoma Irama sebagai api yang menyala-nyala. Hasan Al Banna pun meminta 100 pemuda untuk bisa mengubah peradaban. Bahkan yang bisa bikin hebohnya lagi, Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno hanya meminta 10 pemuda saja untuk mengubah dunia. Betapa hebatnya kekuatan pemuda itu.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tau dan menghargai akan sejarahnya. Di Al-Qur’an pun disebutkan dalam surat Al-Hasyr : 8 bahwa Alloh memerintahkan kepada kita  untuk beriman kepadanya dan melihat sejarah / masa lalu untuk diambil pelajarannya.
Nabi Daud di masa mudanya dengan tubuh yang kuat dapat mengalahkan raja Thalut yang dzolim. Nabi Yusuf saat muda dengan kecerdasannya mampu membangun perekonomian negaranya yang sudah hampir  bankroup karena krisis ekonomi. Nabi Muhammad di usia mudanya mampu bersikap bijak dan adil saat kasus peletakan batu Hajar Aswad saat Ka’bah sedang direnovasi pada saat itu. Ali bin Abi Tholib saat usia belasan tahun sudah memimpin pasukan untuk berperang. Salman Al Farisi saat mudanya cerdas dan mampu menyusun strategi perang yang tepat dan jitu. Muhammad Al Fatih di usia mudanya mampu memimpin pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel. Hasan Al Banna di usianya yang 20-an mampu menginisiasi dan memimpin sebuah organisasi pergerakan islam. Para santri, dengan semangat muda yang menggelora berusaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di bawah pimpinan para Ulama Indonesia. Mahasiswa, saat Presiden pertama RI sudah kehilangan arah memimpin Indonesia, berperan di dalamnya sebagai pembaharu Indonesia. Euforia ’98 saat KKN sudah stadium paling akhir melekat di Indonesia, maka disitulah mahasiswa ada untuk membuka jalan menuju peradaban baru. Dan mereka melakukan semua itu disaat mereka masih muda. Dimana ada perubahan maka disitu ada pemuda. Maka sudah sepantasnya bagi kita sebagai pemuda, khususnya pemuda islam, untuk tau, menghargai, dan mengambil pelajaran dari sejarah ummat islam.
Rosululloh memulai gerakan dalam berdakwah dari beberapa gelintir orang. Dari beberapa gelintir orang tersebut, rosullulloh menancapkan kuat-kuat keimanan terhadap Alloh SWT di dalam hati-hati mereka. Bisa kita bayangkan, Bilal Bin Rabah saat ditindih batu besar oleh majikannya ditengah padang pasir yang sangat panas, hanya mengucapkan “ahad” itu bisa menguatkan dia. Apa yang bisa menguatkan dia melainkan keyakinan dihati yang sudah mengakar kuat tentang ke-esa-an Alloh dan balasan syurga yang akan diterimanya. Begitu pula siksaan yang diterima oleh keluarga Yasir saat mereka dipaksa menanggalkan aqidah mereka oleh para kaum kafir pada saat itu. Sungguh penyiksaan yang berat untuk dihadapi keluarga Yasir pada saat itu. Tetapi dengan modal keimanan yang kuat, mereka menghadapinya dan tak gentar. Dari penancapan aqidah yang kuat oleh Rosululloh di hati para assabiqunal awwaluun, hasilnya bisa kita lihat sekarang, islam telah sampai ke Indonesia, baik di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya. Atau bahkan di setiap daratan di dunia ini, maka islam ada disitu. Inilah buah dari kekuatan iman yang mengakar kuat di hati para pemuda penyebar risalah islam.
Ya, iman kepada Alloh adalah sumber kekuatan mereka dan kita sebagai ummat islam. Keimanan yang mengakar kuat inilah yang harus dimiliki oleh pemuda islam. Dengan kuatnya iman, maka seberat apapun tantangan yang akan dihadapi akan tetap tegarlah jasad ini. Tetapi jika iman pemuda islam rapuh, maka tak jaranglah terlihat pergerakan dakwah islam ini hancur ditangan pemudanya sendiri.
Dalam bukunya, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Hasan Al Banna menyampaikan dalam satu BAB di dalam buku tersebut yang dikhususkan untuk para pemuda, lebih khususnya lagi para mahasiswa, bahwa pemikiran apapun, usaha apapun, akan terwujud manakala kuat rasa keyakinan kita kepadanya, ikhlas dalam berjuang didalamnya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan siap beramal dan berkorban untuk mewujudkannya. Empat kunci itulah yang Hasan Al Banna paparkan untuk mewujudkan suatu pemikiran atau usaha. Dan keempat kunci itu semuanya berada ditangan pemuda.
Semangat dan idealisme yang dimiliki pemuda akan tetap bersemayam di dalam hati mereka seiring dengan tetap bersemayamnya keimanan mereka kepada Alloh di hati mereka. Mungkin banyak kasus yang kita jumpai, seorang pemuda islam yang hilang arah bahkan tidak mau bergerak, bisa jadi kondisi hatinya sedang vakum of iman. Atau bahkan dalam lingkup besar pernah kita jumpai sebuah organisasi pergerakan mati langkah karena pemuda di dalamnya sudah kehilangan semangat dan ide-ide pergerakannya, bahkan serasa tidak memiliki ruh saat bergerak. Ya, itu karena semangat dan idealisme yang dimiliki adalah bukan sejujur-jujurnya idealisme, atau dengan kata lain tidak merujuk kepada islam.
Sangatlah erat kaitannya antara Iman, Islam, dan Pergerakan Mahasiswa. Alloh memerintahkan kita senantiasa bergerak untuk menegakkan syariat islam di bumi ini. Dengan modal keimanan yang kuat maka pemikiran dan usaha yang kita lakukan akan bisa terwujud. Dengan keimanan yang kuat, maka semangat dan idealisme kita sebagai pemuda akan tetap terpatri di dalam hati. Menggunakan wadah apapun tak jadi masalah selama menyeru kepadaTauhid dan cara yang digunakan dalam menyeru adalah benar. Pada akhirnya, tidak bisa kita sebagai pemuda islam dengan serta-merta mendikotomi antara Iman, Islam, dan Pergerakan. Karena sejarah membuktikan bahwa pemuda bermain dibalik setiap perubahan peradaban.
Pemuda Islam adalah pemuda harapan
Yang dengan tangannya lahir sebuah kejayaan
Menapak kehidupan dengan cahaya iman
Bergerak ke depan raih kebangkitan islam
Wallohu ‘alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar